Spitting cobra tidak benar benar ‘meludahkan’ bisanya. Tapi mereka benar benar ‘penembak jitu’ yang menakjubkan. Mereka bisa menyerang korbannya dengan ‘menembakkan’ bisanya ke mata korban dari jarak 60 cm dengan tepat.
Gimana cara mereka melakukannya ya?
Para ilmuwan telah lama mengetahui bahwa spitting Cobra tidak benar-benar meludahkan bisanya. Faktanya, kontraksi otot memeras kelenjar racun kobra dan memaksa racun untuk mengalir keluar ke taring ular. Otot-otot itu dapat menghasilkan tekanan yang cukup untuk menyemprotkan bisa hingga hampir 2 meter.
Agar efektif, bisa (campuran dari neurotoksin dan racun yang menyerang jaringan) harus melakukan kontak dengan mata korban, yang menyebabkan sakit parah dan kemungkinan besar kebutaan. Hebatnya, racun tidak mengenai korban hanya di satu tempat tapi mendarat dengan pola geometris yang kompleks.
Sebuah studi di Eropa pada tahun 2005 membuktikan bahwa kobra mengincar mata korbannya, tetapi bisa yang ditembakkan menyemprot keluar dan bukan dialirkan.
Cara ini kemudian diketahui oleh para ilmuwan yang menggunakan fotografi kecepatan tinggi dan elektromiografi (EMG) untuk mendeteksi kontraksi pada kepala kobra dan otot lehernya. Kobra ‘menyambungkan’ kepala dengan otot leher sepersekian detik sebelum “meludah” untuk memutar kepala mereka, kemudian menyemburkan bisanya dari sisi ke sisi. Fungsi pengiriman racun-sistem untuk mendorong maju bisa, sedangkan kepala dan otot leher menghasilkan osilasi yang cepat dari kepala yang menyebarkan racun, yang kemungkinan memaksimalkan kesempatan bahwa sebagian dari bisa yang disemburkan akan mencapai mata.
http://www.satwaunik.com/
